Puncak Dari Ilmu Adalah Pengamalan




Menjadi orang berilmu merupakan suatu kehormatan tinggi bagi pemiliknya, tak hanya orang disekitarnya saja yang respect namun langit dan bumi juga akan tunduk kepada orang-orang yang berilmu

bukankah derajat orang berilmu lebih tinggi dibanding orang yang hidup ala kadarnya? bukankah setan juga lebih takut kepada orang berilmu daripada ahli Ibadah ? bukankah yang membedakan diri kita dimata Tuhan bukan rupa, harta maupun tahta ?! melainkan ilmu semata

banyak kisah yang menceritakan betapa beruntung dan berharganya orang-orang yang berilmu, mari simak salah satu dari kisah berikut :

pada suatu hari, ketika Rasulullah SAW hendak memasuki masjid, alangkah terkejutnya Ia. tepat disamping pintu masjid, beliau melihat sesosok tubuh, membayang, dan akhirnya semakin jelas. Ternyata ia adalah iblis laknatullah.

ketika Rasulullah SAW melongokkan kepalanya ke dalam masjid, terdapat dua orang di sana. Namun, satu orang tengah melaksanakan sholat, sedangkan seorang lainnya tampak tengah tertidur pulas dekat pintu. Iblis itu tampak gusar dan ragu anatar masuk masjid atau tidak.

Rasulullah SAW pun bertanya, “Wahai Iblis, apa yang sedang kamu lakukan di sini?” tanya Rasulullah SAW. Iblis pun menjawab, “Aku hendak masuk masjid dan merusak sholatnya orang itu. Tetapi aku merasa takut terhadap orang yang sedang tidur itu,” kata Iblis sambil menunjuk orang yang sedang tidur.

Rasulullah mengerinyitkan keningnya tanda semakin keheranan. Lantas, Beliau bertanya lagi, “Wahai iblis, mengapa engkau tidak takut kepada orang yang sedang shalat dan bermunajat kepada Allah?”

Iblis tidak dapat menyembunyikan rahasia di hadapan Rasulullah SAW. Ia pun dengan gamblang menguraikan alasannya, “Ya Rasulullah, orang yang sedang shalat tersebut adalah orang yang bodoh, ia tidak tahu syariat hukumnya shalat, tuma’ninah, dan tidak bisa shalat dengan khusyuk”.

Iblis melanjutkan perkataannya, “Sedangkan orang yang sedang tidur itu adalah orang yang alim, maka jika aku merusak shalatnya orang bodoh itu, aku khawatir, dia akan membangunkan orang yang sedang tidur itu kemudian mengajari dan membetulkan shalatnya orang yang bodoh tadi,” jelas Iblis ketakutan.[]

dari kisah shahih tersebut kita dapat memetik pelajaran bahwa Iblis dapat melihat seberapa besar cahaya iman yang dimiliki seseorang, cahaya iman yang bersinar bersumber dari hati yang bersih, pikiran jernih dan aktivitas yang dihiasi akhlak yang mulia, semua itu dimiliki oleh orang-orang yang berilmu, yang memiliki kedudukan tinggi dihadapan Allah.

karena orang berilmu tak sembarangan dalam bertingkah laku, mereka selalu memperhatikan nilai adab dan akhlak, tingkah laku yang dihiasi syariat menjadi nilai lebih, karena apa yang dilakukan adalah berdasarkan ilmu.

tugas kita hanyalah belajar dan belajar, namun tak meninggalkan pengamalan dari apa yang telah kita pelajari. meski setetes Ilmu, maka amalkanlah, karena kita tidak tahu pahala mana yang akan menemani kita kelak di alam barzah, tak tahu pahala mana yang akan memperberat timbangan amal kita kelak di yaumul mizan, dan tak tahu pahala mana yang akan menaungi kita kelak di yaumul akhir.

semoga bermanfaat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis Adab

Pemuda (Semua Akan Larut Pada Zamannya)

Quality Time With Yourself