Ternyata Kitalah Orangnya




Menarik untuk di review, salah satu film India ‘Bharat Ane Nenu’ yang rilis pada 20 April 2018 lalu mengisahkan tentang idealisme pemuda lulusan Oxford University, yang menggantikan posisi ayahnya sebagai Chief Ministers (CM).
Pada mulanya ia merasa ragu karena tidak memiliki pengalaman di bidang politik.

Aktor yang dibintangi Mahesh Babu dalam perannya sebagai Bharat Ram mampu menyelesaikan 5 gelar sekaligus dikampusnya, berbekal tekad dan pendidikan yang ia miliki, Bharat mampu mengambil langkah-langkah taktis dalam memimpin negaranya, dengan gaya kepemimpinannya serasa kembali ke zaman sistem monarki, kalau di Indonesia serasa hidup di orde baru, sistem terpusat, otoriter.

Film yang memiliki rating 8.1 by IMDb ini berhasil menyentuh hati para penonton, selain alur kisahnya yang mencerminkan realitas kehidupan masyarakat India, juga mampu menyindir negara-negara yang memiliki problem yang sama. Namun pada dasarnya sistem seperti itu sudah menjadi hal yang lumrah disaat rezim berkuasa pasti ada dalang dibaliknya, maka pemerintah hanya panggung berkedok boneka yang mampu leluasa digerakan oleh para dalang dibalik layar.

Yang menarik menurut saya dari film tersebut adalah dapat memberikan edukasi bahwa pada dasarnya kemampuan seseorang itu mampu ditingkatkan seiring berjalannya waktu, manusia mampu beradaptasi dengan lingkungan yang bahkan belum pernah ia kenali sebelumnya. Meskipun didalam film tersebut sedikit bertolak dengan ajaran Islam terkait dengan jabatan yang diemban, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; “bagaimana maksud amanat disia-siakan?” Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (H.R Bukhari)

Namun disisi lain kita perlu meninjau firman Allah berikut :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)

Dalam hadits mengatakan akan hancur suatu hal jika dipegang oleh seorang yang bukan ahlinya, namun disisi lain Allah menyuruh umat ini (Islam) untuk tampil dan memimpin.

Iya, secara sederhana saat seseorang tidak memiliki kapabilitas yang cukup dibidangnya maka ia takkan mampu menjalankan amanah yang diberikannya, maka tak heran para perusahaan mencari tenaga ahli profesional sesuai dengan lulusan / ahli di bidangnya, ia takkan mau mengambil resiko jika terjadi kesalahan fatal terhadap tingkah laku karyawan yang di rekrutnya. Meskipun setidaknya calon karyawan ini mendapat training kerja sekian bulan atau sekian tahun baru bisa menjadi karyawan tetap dengan menduduki posisi strategis.

Maka dalam hal ini, umat Islam dirancang khusus untuk menjadi manusia yang ‘sempurna’, selama ia memiliki rasa wala’ dan bara’ terhadap Islam, maka dengan mudah akan mampu membentuk pemerintahan secara sempurna, kalau kita tinjau kembali pemimpin-pemimpin muda hebat dunia yang mampu melakukan lompatan-lompatan besar, maka akan tertuju kepada pemimpin-pemimpin muda Islam, sebagai contoh kecil dari sekian banyak tokoh Islam adalah Usamah bin Zaid mampu meminpin ekspedisi militer diusianya yang ke 19 tahun, Harun Ar Rasyid (22th) mampu memimpin imperium raksasa yang terdiri dari 3 benua besar (Asia, Afrika, Eropa), dan anaknya yaitu Al-Amin mampu memimpin pasukan perang dan menang diusianya ke-11 th, lalu sebagai bukti perkataan nabi bahwa konstatinopel yang merupakan imperium besar akhirnya terbuka dan memenuhi mimpi besar umat Islam ditaklukan ditangan seorang pemuda yang usianya 24 tahun, dialah Muhammad Al-Fatih.

Baca juga : Perjalanan Seorang Pejabat

Itu hanya secuil dari ribuan tokoh umat Islam yang mampu merubah dunia, belum lagi Imam Syafi’i, Sayyid Qutb, Hasan Al-Banna, dll. yang keberadaanya mampu memberi dampak dan pelita cahaya bagi kehidupan.

pernah saya tanyakan kepada ustad, bagaimana jika kita tidak memiliki kemampuan politik, namun kita masih memiliki ketakwaan, apakah jabatan perlu diambil ?
jawabannya, “selama umat islam masih banyak maka wajib mencari yang paling layak, namun jika tidak ada maka kalian wajib tampil”. secara sederhana meskipun kita tak memiliki kemampuan dalam bidang tersebut, namun tak ada orang lain yang pantas juga maka wajib kita ambil selama kita masih berpegang pada syariat. Secara perlahan Allah akan membimbing kita saat menjalankan amanah tersebut.

Secara garis besar dimanapun kita berada, umat Islam adalah umat spesial yang Allah kirim ke dunia sebagai penebar benih-benih kedamaiaan sehingga tercipta masyarakat yang sejuk dan damai, itulah Islam Rahmatan lil Alamin, dan dibalik itulah ada orang-orang hebat yang sadar bahwa dirinya seorang muslim dan tidak akan tinggal diam saat melihat kezaliman. Seperti halnya di film Bharat Ane Nenu, prinsip, tekad kuat, kredibilitas dan berani mampu dipegang dengan baik. Namun ada yang lebih hebat dari itu, dialah umat Islam yang akan mewarisi kesejukan dimanapun kaki ini berpijak, dan Ternyata Kitalah Orangnya, umat Muhammad saw.

Ahmad N. Rofiq

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis Adab

Pemuda (Semua Akan Larut Pada Zamannya)

Quality Time With Yourself