Pejuang Skripsi #1

menjadi mahasiswa merupakan suatu kebanggaan tersendiri yang disematkan pada pundak pemuda, namun kadang mereka tak memikirkan hal panjang yang akan dihadapi nantinya gelar mahasiswa disandangnya, tak sedikit mereka yang kuliah hanya sebagai gengsi semata, agar dianggap berkelas dari sisi dunia dan ekonominya, padahal tak sedikit yang merangkak demi survive di setiap akhir bulannya.

tak terasa sudah 3 tahun lebih hidup di Jogja, sejak tahun 2014 lulus SMK, kuliah hanya menjadi opsi terakhir setelah beberapa pilihan tereliminasi dari benak saya, dan memang rencanaNya jauh lebih indah daripada apa yang ada dipikiran saya. memang secara sosial orang yang menempuh pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi akan mendapat perhatian lebih di mata masyarakat, namun itu semua akan dibuktikan seungguhnya disaat kita lulus kelak, apakah selama proses pendidikan di bangku kuliah benar - benar berpengaruh terhadap lingkungannya ?

banyak mahasiswa yang menempuh kuliahnya tak seserius mereka berkumpul dengan kawannya, mereka lebih asyik nongkrong agar menjad anak hits, daripada kongkow di organ mahasiswa untuk membahas isu kekinian yang sedang melanda negeri ini. isu asmara lebih menarik daripada isu agraria yang terjadi di jawa. padahal hutan belantara sendang "diperkosa" untuk diambil bijih nikelnya.

ah.. semua akan segera sirna, kehidupan selama menjadi mahasiswa akan dijadikan cerita narasi yang indah kepada anak cucu kelak, namun apa yang akan diceritakan ke mereka ? perjuangan asamaranya ? atau skripsi yang hampir "membunuhnya" ?

tak peduli apa yang telah dilaluinya, asal sanggup lulus dari kampus sudah menjadi kebanggaan yang luar biasa, seakan baru saja lari maraton dengan perjuangan yang tak terhingga, padahal dahulu saat menjadi mahasiswa hanya kuliah dan kongkow saja yang dilaluinya.

Rasanya Input Judul diterima Sistem

Entah senang atau bimbang perasaan saya sekarang, yang pasti seluruh mata kuliah wajib telah ditempuh, tentu aktivitas menjadi semakin ringan karena beban tugas sudah perlahan hilang. sekarang saatnya masuk zona "perang", karena akan banyak cobaan yang menghampiri demi merusak konsentrasi skripsi. balada semester akhir telah dimulai, tak sedikit dari mereka yang berbagi cerita untuk menakuti dan memberi motivasi. 

sebenarnya di kampus saya standarnya lulus antara 3.5 tahun - 4 tahun (S1), bagaimana tidak cepat, lah wong KKN dan magang gak ada, ditambah lagi semester 5 sudah disuruh mempersiapkan judul skripsi hingga penyusunan proposal penelitian.

dan pada semester 5 itulah perjuangan saya dalam mencari judul dimulai, akhirnya menemukan dan bertahan hingga menjelang input judul di semester 7, kenapa hanya sampai menjelang input judul ?
karena judul yang sudah saya susun sejak semester 5 hilang begitu saja setelah ada godaan judul baru yang hinggap di dalam kepala saya. padahal secara naskah sudah ada progress "kasaran" hingga bab 3, namun apalah daya, memang balada semester tua banyak sekali cobaannya. (untungnya gak ditambah patah hati karena cinta)

oh iya, di kampus saya jika mengajukan judul sudah enak ya, tinggal input melalui sistem online pada saat jam kerja, dan akan dijawab (acc/rej) 1 - 3 jam setelah judul diinput. bukan melalui proposal lagi, dan jika judul sudah diterima sistem maka akan muncul nama dosen pembimbing (red:dosbim), dan setelah itu bisa mencetak bukti diterimanya judul yang harus diserahkan ke bagian DAAK untuk diganti surat pengantar yang akan diserahkan ke dosbim sebagai bukti bahwa judul sudah diterima oleh sistem.

nah, disini mulailah babak yang sedikit menyusahkan, karena judul yang diterima oleh sistem belum tentu diterima dosbim, karena akan diminta berbagai alasan kenapa mengambil judul itu, termasuk contoh projek dan diagram flow.

dan untuk saat ini babak saya masih sampai pada tahap judul diterima oleh sistem, karena sejak diterimanya judul (30/9) hingga sekarang (12/10) masih ada kesibukan di kegiatan kampus yang mengharuskan untuk meniggalkan pra-bimbingan (akan menjadi ladang hijau jika sering disirami, dan bisa jadi ladang tandus jika sering ditinggal pergi).

to be continued..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis Adab

Pemuda (Semua Akan Larut Pada Zamannya)

Quality Time With Yourself