Tampak Di Depan Mata

#Batch 1

Tampak Di Depan Mata

“Seketika tatapan itu tajam menatapmu dan kamu berpaling darinya, padahal didalam hati ada rasa yang menyambar bak uap yang terkunci rapat di dalam wadah”

Berawal dari ketidaksengajaan terpilih menjadi ketua osis, akhirnya tiba juga saatnya penyambutan siswa baru, jaman dahulu namanya adalah MOS dan itu masih berlaku hukuman fisik dan membawa barang bawaan yang aneh-aneh. Tak heran jika setiap periode berganti ingin sekali rasanya rasa yang pernah dialami dulu di tularkan kepada adik-adik baru.

Tentunya MOS menjadi momen yang spesial bagi para panitia (osis), disisi lain hal tersebut menjadi ajang saling pamer dan juga unjuk kecentilan, sehingga bonus nafsu telampiaskan melalui mata yang liar, hati yang lemah, dan jiwa yang bergejolak karena melihat mangsa – mangsa empuk di depannya. Akhirnya kerja ikhlas yang diharapkan tergantikan oleh kerja ikhlas yang dibayarkan oleh keinginan bersyarat.

Namun tak bisa di pungkiri jika jiwa muda saat SMA susah di kondisikan, karena merasa “Rasa” yang ada di dalam dirinya harus ter show off di depan publik, agar dirinya mampu menjadi “hits” diakui oleh lingkungan sekitar. Yaah, namanya juga anak muda, jiwa membara harus ada wadah untuk merangkulnya, sebenarnya banyak cara untuk membelokkan niat buruk tersebut agar lebih berfaedah dan mampu dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar, tanpa diminta dirinya akan dikenal karena integritasnya dalam menjalankan tugas sebagai siswa SMA.


yaah, disaat sudah dewasa hanya bisa tersenyum mengingat masa lalu yang sungguh menggelikan. biarlah semua itu berjalan sesuai takdir kehendak Tuhan, apakah hal tersebut dapat terulang kembali ?
cukuplah sekali langkah tanpa penyesalan, karena garis kehidupan telah dituliskan jauh sebelum alam ini di ciptakan. Jika terulang biarkan anak - cucu kita yang merasakan, dan itupun dengan kondisi yang jauh berbeda dari pengalaman anak tahun 90an.

generasi X merupakan orang yang agak tertinggal dalam hal teknologi, sehingga mereka berdoa agar generasi selanjutnya menjadi generasi berilmu yang dapat bermanfaat untuk banyak orang, lalu generasi Y muncul membawa perubahan, inovasi ditemukan, teknologi diciptakan, dan akhirnya manusia bagaikan robot yang hidupnya bergantung pada alat yang diciptakannya. maka akan kita tunggu generasi Z, seperti apakah mereka ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis Adab

Pemuda (Semua Akan Larut Pada Zamannya)

Quality Time With Yourself