Menjadi Pengusaha Batik "Pekalongan"


Memulai Bisnis Menjadi Pengusaha Batik



Berbicara tentang batik tentu tak bisa dipisahkan dari Kota Pekalongan, karena daerah ini salah satu penghasil batik terbesar di Indonesia. Batik Pekalongan bukan hanya terkenal di Indonesia, namun juga terkenal di mancanegara karena berkualitas bagus. Karena itu tak heran jika banyak wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pekalongan untuk berbelanja batik, dan sekaligus mencari peluang untuk berinvestasi di industri batik.

Dan Saat ini bisnis atau usaha dibidang penjualan baju batik sangatlah menjanjikan, apalagi dengan kualitas bagus dan harga yang murah. Pangsa pasar yang sangat luas dan pesat pertumbuhannya. model dan motif selalu up-to-date setiap bulannya, sehingga penjualannya cepat. 

Yang lebih menarik, semakin tahun motif dan produk batik berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Jadi corak dan modelnya sudah tidak ketinggalan lagi.  Nah, bagi anda yang tertarik untuk terjun di bisnis perbatikan, pada artikel kali ini saya akan mencoba mengulasnya.

ada beberapa bahan utama yang harus anda punyai jika anda membuat batik. Bahan-bahan utama antara lain :

·        Kain, baik berbentuk jarik atau kaos, dengan berbagai jenis seperti sutra, dobi, birkolin dan lain-lain. Harganya bervariasi. Contohnya untuk birkolin, harganya 350 ribu rupiah per pcs. Satu pcs 27 meter. Kain bisa anda peroleh dari pasar Beringharjo Jogja atau di Solo.
·        Malam, dengan berbagai kualitas dari no 1 hingga no 4. Harganya tidak begitu mahal. Contohnya malam kualitas no 3 harganya 15 ribu per kg.
·        Pewarna, jenis naptol dengan harga Rp. 2.500,00 per 5 gr dan in gosol dengan harga Rp. 3.000 per 5 gr. Sebagai contoh, untuk membuat 30 buah lukisan dengan ukuran kain 75cm x 90 cm dibutuhkan 1/2 ons pewarna. Catatan, warna pink dan orange harganya lebih mahal dari yang lain, yaitu Rp. 4000,00 per gr.

Urutan pembuatannya adalah sebagai berikut. Batik anda desain dulu, setelah itu baru desain dan komposisi warna tersebut anda batikkan ke kain yang sudah anda persiapkan. Desainnya bisa anda hak paten-kan kalau takut dijiplak

Perlu anda ketahui, desain batik tidak menggunakan komputer karena anda akan sulit untuk menemukan komposisi warna yang sama dengan warna desain pada layar komputer. Jadi biasanya dilakukan manual.
Setelah proses pembatikkan, anda harus melakukan beberapa tahap proses pencucian. Proses pencucian produk kaos lebih berat daripada kain biasa. Jadi kalau anda punya pekerja, gunakan yang usianya masih muda untuk mencuci batik jenis kaos.
Kalau masalah pasar anda tidak perlu khawatir. Anda bisa menjual ke pasar luar negeri seperti yang dilakukan batik Sanggar Kalpika. Ceko atau Malaysia adalah langganannya. Anda bisa lakukan pemasaran online untuk menjangkau pasar tersebut.
Sebagai gambaran, jumlah order yang masuk ke sanggar batik Kalpika adalah untuk batik lukis, order yang masuk antara 25 – 170 buah per bulan. Kaos 5 – 25 buah per bulannya. Harga batik lukis tergantung dengan ukuran dan jumlah order.
Ukuran sedang harga partai besar 40 ribu per buah. Jika eceran bisa mencapai 80 ribu per buah. Harga batik tulis bisa mencapai 300 ribu per lembar.
Simulasi keuntungan Usaha batik
Pendapatan

Penjualan batik lukis : 120 x Rp. 40.000,00 = Rp. 4.800.000,00
Penjualan Kaos batik : 20 x Rp. 60.000,00 = Rp. 1.200.000,00
Total Pendapatan : Rp. 6.000.000,00

Pengeluaran

Kain : 4 pcs x Rp. 350.000,00 = Rp. 1.400.000,00
Malam    : 5 kg x  Rp. 15.000,00 = Rp. 75.000,00
Pewarna Naptol : 2 ons x rp. 50.000,00 = Rp. 100.000,00
Karyawan : 2 orang x Rp. 600.000 = Rp. 1.200.000,00
Total Pengeluaran : Rp. 2.775.000,00

Keuntungan

Rp.6.000.000,00-Rp. 2.775.000,00 = Rp. 3.225.000,00



Img = “http://www.travel.kompas.com”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Krisis Adab

Pemuda (Semua Akan Larut Pada Zamannya)

Quality Time With Yourself